Aku tidak pernah tahu, mencintaimu bisa senaif ini. Menolak mentah-mentah kata hati yang tak pernah salah. Tak pernah terakui malah terpungkiri. Rupanya aku telah terbodohi.
Aku tidak pernah tahu, mencintaimu bisa semudah mengerjapkan mata. Kehadiranmu seolah hal yang luar biasa. Seperti mengenggam bintang yang paling bersinar di seantero jagad raya.
Tapi... aku tidak pernah tahu, mencintaimu juga bisa sesulit ini. Sebab aku harus memendam gejolak yang selalu meminta untuk dikuak. Sekaligus menjaga dua hati yang tak boleh tersakiti. Satu hati yang ku peluk erat dan hati lain yang kau telah kau semat.
Aku tidak pernah tahu, ternyata mencintaimu membutuhkan satu alasan. Bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia tanpa pura-pura. Pasti ada suatu masa dimana aku bisa tahu jawabnya agar bisa percaya.
Aku tidak pernah tahu... Aku telah mencintaimu.
Sebab, atas dasar persahabatan aku bertahan.
Sebab, atas dasar persahabatan aku tahu cara mencintaimu dengan benar.
Selasa, 17 Maret 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
Ngegombalin Emak
Gombal #1
*di dapur lagi bikin teh*
Me: Mak kok tehnya Babe manis?! *nyobain teh*
(FYI: Babeh minumnya teh pahit tanpa gula)
Emak: Lah?! Masa sih?
Me: Iyah..
Emak: *langsung cobain tehnya* ah enggak tuh. Ga bener nih anak boong sama Maknya
Me: oh iya Mak. Tadi pas aku minum sambil liatin wajah Emak. Pantes aja manis.
Emak: ....
*di dapur lagi bikin teh*
Me: Mak kok tehnya Babe manis?! *nyobain teh*
(FYI: Babeh minumnya teh pahit tanpa gula)
Emak: Lah?! Masa sih?
Me: Iyah..
Emak: *langsung cobain tehnya* ah enggak tuh. Ga bener nih anak boong sama Maknya
Me: oh iya Mak. Tadi pas aku minum sambil liatin wajah Emak. Pantes aja manis.
Emak: ....
Langganan:
Komentar (Atom)