Hi..
Aku merindukanmu... di setiap malam saat gelap mulai merayap dari ufuk barat. Dan aku merasa buruk saat aku merindukanmu. Ada sesuatu yang mengganjal di hati, tapi nggak bisa diungkapin. Entah, aku nggak ngerti.
Ya, aku merindukanmu. Aku merindukan masa-masa saat kita berdua bersama. Saat kita merasa kita punya dunia kita sendiri, dan memang dunia itu punya kita berdua.Kamu berhasil membuatku jatuh cinta dengan semua tingkahmu yang konyol. Bahkan, sejak sebelum kamu menyatakan perasaanmu, mungkin aku udah lebih dulu menyukaimu.
Dan aku rindu saat kita berantem. Entah itu karena kebodohanku atau kebodohanmu, aku harap itu nggak akan buat kita menjauh. Hey, aku jadi ingat saat aku ngambek sama kamu gara-gara kita nggak jadi pergi buat malem mingguan kala itu. Kamu sedang bersama teman-temanmu, dan aku sedang menunggu kabar darimu di rumah. Aku mengirim SMS ke kamu dan bilang "Kamu nggak ada waktu buat aku!", ya, karena waktu itu aku nungguinnya lama. Dan kamu malah minta maaf. Padahal aku lah yang egois hanya karena aku juga sedang merindukanmu saat itu, tanpa peduli apakah kamu perlu waktu dengan teman-temanmu atau enggak. Tapi... ada saatnya ketika kita berantem hingga membuat kita memutuskan hubungan kita. Seketika dadaku terasa sesak. Sakit sekali rasanya. Dan aku bersyukur kita bisa memperbaiki keadaan kita waktu itu.
Oh, ya... Aku juga rindu saat kita menghabiskan malam bersama. Saat kita bergandengan tangan, saat kita makan bersama, saat aku dengan jailnya nyabutin bulu kaki kamu, aku rindu. Aku juga rindu saat aku berbonceng motor sama kamu, sambil cubit-cubit pinggang kamu. Hehehe...
Kita memang dua orang konyol yang sedang membangun dunia kita sendiri. Meski kadang terlihat bodoh, aku bahagia. "I love you, bodoh".
Meski semuanya kadang nggak gampang, tapi aku menikmati semua momen itu sama kamu. Aku seneng bisa berantem, marahan, sama kamu. Aku mau galau-galauan yang kadang galaunya ga jelas gara-gara kamu. Aku seneng bisa manja-manja kaya anak kecil sama kamu, karena kamu yang selalu sabar sama aku. Aku mau ngejalanin itu semua sama kamu. Aku mohon tetaplah disisiku, jangan beranjak pergi.
Meski jarak kini menjadi ujian buat kita, aku harap kita masih seperti kita yang dulu. Kita dengan dunia yang sama, dunia milik kita. Dengan keegoisanku, aku nggak mau ada orang lain masuk ke dunia kita. Aku selalu disini, menunggu saat yang tepat untuk kita akan bersua. IMUSM
Sabtu, 14 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Reaksi Pembaca:
Posting Komentar