Kamis, 03 Desember 2015

Tentang Beda

Buruh Ketik -ned- tanggal Kamis, Desember 03, 2015 0 Reaksi Pembaca
He said "You're free on your own!". I got it. Artinya kamu telah melepaskan. Aku.
Kali ini aku benci dengan perbedaan. Perbedaan yang benar-benar menjauhkan. Kita sama-sama punya Tuhan. Kita sama-sama berdoa kepada-Nya. Hanya saja, jurang pembeda itu adalah  keyakinan. Bicara tentang ini seperti berbicara tentang kisah yang tak memiliki kata tamat.
Aku tak berniat mencegah. Aku tak ingin waktuku dan waktumu terbuang sia-sia dengan kisah abu-abu. Bukan siapa yang memulai perkara, tetapi tak perlu banyak kata untuk menyadari. Kalau saja kamu bisa ku tunggu, aku pasti menunggu. Aku tidak berusaha mengusirmu. Aku hanya tak ingin menjadi sekat pekat yang mencegat perjalananmu. Karena keyakinan seperti besi yang tak mudah dipatahkan. Hah! Perbedaan ini seolah menjadi jarak terjauh yang pernah ku tempuh. Perjalanan yang paling melelahkan tanpa ada tempat bersauh. Meskipun aku tetap sanggup berjalan, bahkan berlari. Bersamamu.
Aku ingin tetap beriringan denganmu. Tidak dengan keadaan yang seperti ini. Keadaan yang mengisyaratkan bahwa Tuhan belum mengizinkan. Bukan aku yang menyuruhmu untuk berhenti.

Minggu, 29 November 2015

Hanya Hari Ini

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, November 29, 2015 0 Reaksi Pembaca
Ah... aku tidak suka hujan hari ini. Hanya hari ini.
Sebab hujan kali ini membawakan jutaan tetes rindu.
Menjadikan dingin seolah beku.
Membuatku meringkuk pada dekapan sang biru.
Tak ada yang lebih memilukan selain datangnya hujan yang menghujam bersama kerinduan.
Aku hanya tidak suka hujan hari ini.

Aku ingin pulang. Bawa aku pulang.
Menemani Sang Bunda yang sendirian.

Sabtu, 07 November 2015

tentang seorang tamu

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, November 07, 2015 0 Reaksi Pembaca
seorang lelaki datang mengetuk pintu
ah... sebaiknya ku buka sedikit saja dulu
aku hanya mengintip dari baliknya
ku lihat tangan lelaki itu mengepal seolah menggenggam sesuatu
katanya itu adalah sebuah genggaman atas nama cinta
si lelaki menawarkannya padaku walaupun aku masih bersembunyi
aku belum juga membuka pintu
aku hanya tidak ingin orang asing memasukinya begitu saja
aku bukan persinggahan bagi mereka yang lelah mencari
datang dan pergi sesuka hati, bahkan tanpa sadar telah meninggalkan jejak di sini
jangankan jejak, luka pun mereka tancapkan pada tepi halaman

Jumat, 09 Oktober 2015

Panggilan Rindu

Buruh Ketik -ned- tanggal Jumat, Oktober 09, 2015 0 Reaksi Pembaca
Entah sejak kapan bercanda denganmu bisa menjadi semenyenangkan ini.

Seolah tiada jarak yang jauh untuk ditempuh.

Seolah tak ada sekat saat kita bisa saja saling berdebat.

Canda ternyata mampu menggantikan kopi

agar kita tetap terjaga selagi berbincang hingga pukul dua tiga dini hari

Sebab suara di balik ponselmu itu menyiratkan rindu

yang meronta dan tersedu karena tak kuasa menunggu.

"Hey, dengar! Radio sedang memutar lagu syahdu."

Ah, bisa saja panggung semalam ini menjadi milik kita berdua.

Kalau saja kantuk dan lelah tak datang lebih segera.

Tapi tak apa. Begitulah hebatnya sesuatu bernama Rindu.

Terima kasih telah meluangkan waktumu untuk sang Rindu.




-Ribuan kilometer. Nun jauh di sana.-

Kamis, 24 September 2015

Juara Kedua

Buruh Ketik -ned- tanggal Kamis, September 24, 2015 0 Reaksi Pembaca
Berapa banyak lagi cemburu, berapa banyak bual?
Terhanyut menepis realita, kau bukanlah milikku
Aku pilihan, kaulah jawaban. Jelaskan arti adil
Tolong menetap utuh karena aku letih berbagi

Mampukah kekasihmu setangguh aku?
Menunggu tapi tak ditunggu, bertahan tapi tak ditahan

Sampai kapan kau mau begini? Menjalani kisah rahasia
Tak sadarkah di balik senyuman, sungguh aku terluka?
Jika kau tidak bisa pastikan, sudahlah aku mengalah saja
Kau adalah pemenang walaupun aku juara kedua

Pada sebuah titik bifurkasi, sudikah kau mengerti?
Aku ingin cuma ada kita tanpa dustai dia
Aku memberimu yang terbaik
Mengapa dia mendapatkan apa yang terbaik darimu?

Sabtu, 12 September 2015

W Ga Suka Sakit!

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, September 12, 2015 0 Reaksi Pembaca
Halo cah! Piye kabare? Sehat tho? Aku seneng nek koe-koe kabeh podo sehat.
Aku wingi iku sempat sakit cah. Sakit punggung kayak mau putus punggungnya. Abis itu pusing-pusing nggak tau kenapa. Paginya mual-mual gitu, ampe muntah dikit. W pun mendiagnosis sakit w sendiri. Pertama, kemungkinan w keracunan telor asin. Soalnya malemnya sebelum w sakit, w makan pake telor asin. Kedua, w masup angin. Kemungkinan yang sangat sangat sangaaaaaaatttttt mungkin. Soalnya kemaren lusanya sebelum w sakit, w sempat jalan malem mayan jauh. W juga lagi capek-capeknya. Ketiga, w halim. Ini diagnosa temen w. Tapi nggak mungkin lah. Gila aja u, w aja jomblo gini siapa yang mau halimin w. Kalo kata emak w, w tuh kebanyakan tidur malem. Padahal w jam 11 aja sekarang udah moyoy. Kalo siang juga w kerjaanya moyoy. Gimana bisa w kebanyakan begadang.

Abis itu karena w ngga tahan w minta kerikan. W kan takut kan ama dokter jadi w ngga ke dokter. Untungnya w baikan abis di kerikin. Bisa jadi w emang masup angin. Tapi abis itu tenggorokan w sakit. Kata babe w ama temen w itu panas dalam. Langsung w minta dibeliin obat. Sakit anjir. Gegara itu w seharian tidur mulu, tapi tidur w juga ga enak wong sakit banget rasanya. Ampe nangis-nangis w sakit tenggorokan ama sakit punggung. Beuh! Kaga suka sakit w, beneran.

Selasa, 01 September 2015

Bizzare Love Triangle

Buruh Ketik -ned- tanggal Selasa, September 01, 2015 0 Reaksi Pembaca
Every time I think of you I get a shot right through into a bolt of blue. It's no problem of mine but it's a problem I find, living the life that I can't leave behind.
There's no sense in telling me. The wisdom of a fool won't set you free. But that's the way that it goes and it's what nobody knows and every day my confusion grows
Every time I see you falling I get down on my knees and pray. I'm waiting for the final moment you say the words that I can't say.
I feel fine and I feel good, I feel like I never should whenever I get this way. I just don't know what to say. Why can't we be ourselves like we were yesterday. I'm not sure what this could mean. I don't think you're what you seem. I do admit to myself that if I hurt someone else. Then I'll never see, just what we're meant to be.

Senin, 24 Agustus 2015

Berhenti

Buruh Ketik -ned- tanggal Senin, Agustus 24, 2015 0 Reaksi Pembaca
Aku ingin berhenti di sini
Pada titik akhirku untukmu
Aku lelah menujumu
Jenuh. Seharusnya kau rasa itu

Ialah kau yang terletak di puncak singgasana hati
Bagaimana bisa kau sehebat itu atas nama cinta?
Bagaimana bisa kau semahir itu melakukannya?
Cih. Tak pernah peduli tapi ingin membuatku berhenti berlari

Dan bila kau masih ingin berlari tanpa henti
Aku yang akan mengalah untukmu
Biarkan semua seperti seharusnya
Tak akan ada lagi kisah roman picisan tentang kita

Minggu, 23 Agustus 2015

Keroncong

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, Agustus 23, 2015 0 Reaksi Pembaca
Saya yakin tidak banyak generasi jaman sekarang yang suka sama lagu-lagu keroncong ataupun tembang kenangan. Saya yakin tidak banyak orang yang tahu bahwa saya ini bukan cuma seorang penganut musik aliran rock n rock, pop rock, dan sejenisnya. Dengan bangga saya menyatakan bahwa saya adalah seorang penikmat lagu keroncong dan tembang kenangan.
Menurut saya lagu-lagu seperti ini lebih sarat akan makna. Berikut ini adalah beberapa lagu favorit saya.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Fix You

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, Agustus 15, 2015 0 Reaksi Pembaca
Orang selalu bilang, kamu adalah apa yang ada dalam rumah kamu. Cerminan dari keluarga kamu. Tapi nggak semua orang tau apa yang baik di luar belum tentu rapi di dalam, begitu juga sebaliknya. Tapi nggak semua orang tahu dan mereka nggak harus tahu itu.

Kayak kamu. Mungkin di mata mereka kamu baik, tapi sebenarnya hatimu berantakan. Nggak semua orang juga tahu itu, tapi aku tahu. Jadi biarkanlah aku sejenak berada di titik itu. Mengulurkan tangan saat kau terjatuh sampai hilang arah. Biarkan tangan ini mencoba merapikan isi hatimu. Menguatkanmu. Menggenggammu untuk menuntunmu pulang.

Selasa, 04 Agustus 2015

Siapa Apa

Buruh Ketik -ned- tanggal Selasa, Agustus 04, 2015 0 Reaksi Pembaca
Aku bukan siapa-siapa
Bukan berarti tak memiliki apa-apa
Bukan berarti tak ingin apa-apa
Bukan berarti tak butuh siapa-siapa
Aku adalah apa dan siapa pada akhirnya

Sabtu, 18 Juli 2015

Bintang Hidupku

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, Juli 18, 2015 0 Reaksi Pembaca
Aku slalu bernyanyi
Lagu yang engkau ciptakan
Kau nyanyikan...

Dan aku slalu ikuti
Semua cerita tentangmu
Hari-harimu...

Kau jadi inspirasiku
Semangat Hidup...


Dikala aku sedih
Dikala aku senang
Saat sendiri dan kesepian...

Kau bintang
Di hatiku...

Kamis, 21 Mei 2015

Perjalanan Angkasa

Buruh Ketik -ned- tanggal Kamis, Mei 21, 2015 0 Reaksi Pembaca
Apakah kau sudah sampai pada batas ujung lelapmu?
Bersiap melepas beban yang membuat bosan dan ingin kau hempaskan.
Tetaplah pejamkan mata, biarkan ia menjelajah ruang tanpa batas logika.
Serta.... Percayakan mimpimu pada gelap malam.
Ia akan mengenalkanmu pada bintang-bintang.
Mereka akan mengajakmu melanglang buana di angkasa.
lalu melesat menuju semesta dan... BOOM!!!
Ialah Big Bang-mu.
Ia jadi milikmu sepenuhnya, membentuk universe pribadimu.
Dan lelaplah hingga pagi menjemput perjalanan angkasamu.

Kamis, 14 Mei 2015

Mengenang Aku

Buruh Ketik -ned- tanggal Kamis, Mei 14, 2015 0 Reaksi Pembaca
Hai...
Apa kabar? Tentu saja aku tahu kau baik-baik saja. Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi dengan semua ini. Aku hanya... sedikit merasa rindu.
Jangan khawatir, aku tidak akan memintamu kembali seperti dulu-dulu. Aku tidak seegois itu. Aku sudah cukup lelah mengejar laju langkahmu. Aku tak sanggup. Lagi pula aku baik saja. Aku sudah sedikit sembuh dengan luka yang telah tergores, bahkan jika luka itu masih membaret merah menyisakan bekasnya. Aku sudah bisa berbaikan dengan diriku sendiri. Menggelikan. Mengingat aku tak bisa menerima suatu perpisahan itu, kini aku sudah bisa berbaikan dengan egoku. 
Aku hanya ingat bahwa kita seperti amoeba bersel satu. Tanpa sebab yang jelas, memisahkan dirinya menjadi dua bagian. Terpencar dan sepertinya tak ingin bersatu lagi. Melanjutkan hidup sendiri-sendiri.
Ah.. Maafkan. Aku hanya ingin bersenang-senang dengan masa lalu itu, tanpa harus khawatir aku akan berlarut di dalamnya. Sementara saja. Pastikan langkahku tetap ke depan.

Jumat, 01 Mei 2015

Henti Di Sini

Buruh Ketik -ned- tanggal Jumat, Mei 01, 2015 0 Reaksi Pembaca
Mari kita hentikan sampai di sini. Untuk tidak lagi saling menyapa dan menyelipkan cinta di pagi hari.
Mari kita hentikan sampai di sini. Untuk tidak lagi terlalu perhatian sembari mengingatkan makan siang.
Mari kita hentikan sampai di sini. Untuk tidak lagi bercengkrama tentang senja yang sedang menjemput malam, hingga pagi pun tiba.
Hentikan saling kita yang 24 jam.
Lalu,
Mari kita hapus kata saling agar ia tiada lagi
Kita memang tidak pernah berbagi.

Minggu, 26 April 2015

Menantang Rasi Bintang

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, April 26, 2015 0 Reaksi Pembaca
Menantang rasi bintang 
Membalik garis tangan 
Menarikan cerita 
Menuliskan lagi puisi yang mulai kehilangan rimanya 

Memotong awan pekat gelap 
Melintang tepat di jantungnya 
Terburailah darah cahaya yang lama 
terhalang gelapnya
Silau berkilauan terangnya. Benderang

Tenang sebentar mengendapkan
Uraikan simpul kacaunya
Diam sebentar membedakan
Yang teringinkan yang dibutuhkan.

Hidup itu sekali dan mati itu pasti
Bisa jadi nanti atau setelah ini.
Coba tulis ulang lagi, yang sejatinya kau cari
Maka sudahilah sedihmu yang belum sudah
Segera mulailah syukurmu yang pasti indah
Dan berbahagialah. Bahagialah.
Sudahilah sedihmu yang selalu saja, menantangmu.


=FSTVLST=

Rabu, 08 April 2015

Ibu, Rindu Ini Sungguh Biadab.

Buruh Ketik -ned- tanggal Rabu, April 08, 2015 0 Reaksi Pembaca
Ya. Beginilah akhir dari malamku kali ini.
Aku harus merelakan rindu yang dengan biadab merenggut waktu tidurku.
Tak tahu aturan!
Brengsek! Aku benci ketika rindu mulai menghampiri.
Sungguh aku tak ingin mengumpat, tapi rindu ini sungguh biadab.

Jika hanya dengan menyebut namanya rindu ini akan sirna, takkan sampai seperti ini sesaknya.
Jika aku berteriak "Ibuuu!" lalu aku bisa di sampingnya, mengusap wajahnya, memeluk ringkuh tubuhnya, takkan sampai buliran ini jatuh dari mata.

Rindu itu biadab bukan?
Aku tak bisa berpura-pura seolah ia udara yang bisa ku hirup sedalam-dalamnya.
Aku tak bisa menyentuhnya.
Aku tak bisa mendengar suaranya.
Aku tak pandai berimajinasi sehebat itu.

Aku rindu, Ibu.
Aku ingin bertemu.

Selasa, 17 Maret 2015

Mencintaimu

Buruh Ketik -ned- tanggal Selasa, Maret 17, 2015 0 Reaksi Pembaca
Aku tidak pernah tahu, mencintaimu bisa senaif ini.   Menolak mentah-mentah kata hati yang tak pernah salah.  Tak pernah terakui malah terpungkiri. Rupanya aku telah terbodohi.

Aku tidak pernah tahu, mencintaimu bisa semudah mengerjapkan mata. Kehadiranmu seolah hal yang luar biasa. Seperti mengenggam bintang yang paling bersinar di seantero jagad raya.

Tapi... aku tidak pernah tahu, mencintaimu juga bisa sesulit ini. Sebab aku harus memendam gejolak yang selalu meminta untuk dikuak. Sekaligus menjaga dua hati yang tak boleh tersakiti. Satu hati yang ku peluk erat dan hati lain yang kau telah kau semat.

Aku tidak pernah tahu, ternyata mencintaimu membutuhkan satu alasan. Bahwa  tidak ada pengorbanan yang sia-sia tanpa pura-pura. Pasti ada suatu masa dimana aku bisa tahu jawabnya agar bisa percaya.

Aku tidak pernah tahu... Aku telah mencintaimu.
Sebab, atas dasar persahabatan aku bertahan.
Sebab, atas dasar persahabatan aku tahu cara mencintaimu dengan benar.

Sabtu, 14 Maret 2015

Ngegombalin Emak

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, Maret 14, 2015 0 Reaksi Pembaca
Gombal #1
*di dapur lagi bikin teh*
Me: Mak kok tehnya Babe manis?! *nyobain teh*
(FYI: Babeh minumnya teh pahit tanpa gula)
Emak: Lah?! Masa sih?
Me: Iyah..
Emak: *langsung cobain tehnya* ah enggak tuh. Ga bener nih anak boong sama Maknya
Me: oh iya Mak. Tadi pas aku minum sambil liatin wajah Emak. Pantes aja manis.
Emak: ....

Rabu, 04 Februari 2015

Masih Mampu Menemanimu

Buruh Ketik -ned- tanggal Rabu, Februari 04, 2015 0 Reaksi Pembaca
Kesabaran adalah kunci
Yang menjaga kita terus bertahan
Penat yang datang sesekali
Pasti slalu ada di sepanjang jalan

Aku masih mampu untuk menemanimu
Belum ada rasa ingin menyerah
Dan aku masih mampu untuk melindungimu
Belum ada terkikis oleh lelah

Kau meragukanku saat ini
Seperti kau meragukan perasaanmu padaku
Percaya padaku sekali ini
Aku masih pantas untuk kau tunggu

Aku masih mampu untuk mencintaimu
Dengan semua ketulusan hatiku

Kamis, 01 Januari 2015

Hanya Tahun Baru

Buruh Ketik -ned- tanggal Kamis, Januari 01, 2015 0 Reaksi Pembaca
Hanya tahun yang berganti. Aku tidak.
Hanya bulan yang berganti. Aku tidak.
Hanya hari yang berganti. Aku tidak
Hanya memulai tanggal satu lagi.
Aku belum memulai apapun.
Dan... waktu yang terus berganti.
Itu pasti.
 

2009 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea