Ya. Beginilah akhir dari malamku kali ini.
Aku harus merelakan rindu yang dengan biadab merenggut waktu tidurku.
Tak tahu aturan!
Brengsek! Aku benci ketika rindu mulai menghampiri.
Sungguh aku tak ingin mengumpat, tapi rindu ini sungguh biadab.
Jika hanya dengan menyebut namanya rindu ini akan sirna, takkan sampai seperti ini sesaknya.
Jika aku berteriak "Ibuuu!" lalu aku bisa di sampingnya, mengusap wajahnya, memeluk ringkuh tubuhnya, takkan sampai buliran ini jatuh dari mata.
Rindu itu biadab bukan?
Aku tak bisa berpura-pura seolah ia udara yang bisa ku hirup sedalam-dalamnya.
Aku tak bisa menyentuhnya.
Aku tak bisa mendengar suaranya.
Aku tak pandai berimajinasi sehebat itu.
Aku rindu, Ibu.
Aku ingin bertemu.
Rabu, 08 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Reaksi Pembaca:
Posting Komentar