Minggu, 26 April 2015

Menantang Rasi Bintang

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, April 26, 2015 0 Reaksi Pembaca
Menantang rasi bintang 
Membalik garis tangan 
Menarikan cerita 
Menuliskan lagi puisi yang mulai kehilangan rimanya 

Memotong awan pekat gelap 
Melintang tepat di jantungnya 
Terburailah darah cahaya yang lama 
terhalang gelapnya
Silau berkilauan terangnya. Benderang

Tenang sebentar mengendapkan
Uraikan simpul kacaunya
Diam sebentar membedakan
Yang teringinkan yang dibutuhkan.

Hidup itu sekali dan mati itu pasti
Bisa jadi nanti atau setelah ini.
Coba tulis ulang lagi, yang sejatinya kau cari
Maka sudahilah sedihmu yang belum sudah
Segera mulailah syukurmu yang pasti indah
Dan berbahagialah. Bahagialah.
Sudahilah sedihmu yang selalu saja, menantangmu.


=FSTVLST=

Rabu, 08 April 2015

Ibu, Rindu Ini Sungguh Biadab.

Buruh Ketik -ned- tanggal Rabu, April 08, 2015 0 Reaksi Pembaca
Ya. Beginilah akhir dari malamku kali ini.
Aku harus merelakan rindu yang dengan biadab merenggut waktu tidurku.
Tak tahu aturan!
Brengsek! Aku benci ketika rindu mulai menghampiri.
Sungguh aku tak ingin mengumpat, tapi rindu ini sungguh biadab.

Jika hanya dengan menyebut namanya rindu ini akan sirna, takkan sampai seperti ini sesaknya.
Jika aku berteriak "Ibuuu!" lalu aku bisa di sampingnya, mengusap wajahnya, memeluk ringkuh tubuhnya, takkan sampai buliran ini jatuh dari mata.

Rindu itu biadab bukan?
Aku tak bisa berpura-pura seolah ia udara yang bisa ku hirup sedalam-dalamnya.
Aku tak bisa menyentuhnya.
Aku tak bisa mendengar suaranya.
Aku tak pandai berimajinasi sehebat itu.

Aku rindu, Ibu.
Aku ingin bertemu.
 

2009 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea