Jumat, 29 Januari 2016

Kesepian Kita

Buruh Ketik -ned- tanggal Jumat, Januari 29, 2016 0 Reaksi Pembaca
Entah apalah apapun itu, saat ini gue kangen yang beginian. Gue kangen temen-temen gue yang pernah berjuang bareng-bareng sama gue. Temen-temen dengan segala mimpi dan cita yang sama. Temen-temen gue yang cupu.

Ingatkah kawan kita pernah saling memimpikan?
Berlari-lari ‘tuk wujudkan kenyataan
Lewati segala keterasingan
Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan

Ingatkah kawan kita pernah berpeluh cacian
Digerayangi dan digeliati kesepian
Walaupun, sejenak nafas dari beban
‘Tuk lewati ruang gelap yang teramat dalam

Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
Memaksa kita, memendam kepedihan

Tapi kita juga pernah duduk bermahkota
Pucuk-pucuk mimpi yang berubah jadi nyata
Dicumbui, harumnya putik-putik bunga
Putik Impian yang membawa kita lupa

Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
Memaksa kita, merubah jadi tawa

Kamis, 03 Desember 2015

Tentang Beda

Buruh Ketik -ned- tanggal Kamis, Desember 03, 2015 0 Reaksi Pembaca
He said "You're free on your own!". I got it. Artinya kamu telah melepaskan. Aku.
Kali ini aku benci dengan perbedaan. Perbedaan yang benar-benar menjauhkan. Kita sama-sama punya Tuhan. Kita sama-sama berdoa kepada-Nya. Hanya saja, jurang pembeda itu adalah  keyakinan. Bicara tentang ini seperti berbicara tentang kisah yang tak memiliki kata tamat.
Aku tak berniat mencegah. Aku tak ingin waktuku dan waktumu terbuang sia-sia dengan kisah abu-abu. Bukan siapa yang memulai perkara, tetapi tak perlu banyak kata untuk menyadari. Kalau saja kamu bisa ku tunggu, aku pasti menunggu. Aku tidak berusaha mengusirmu. Aku hanya tak ingin menjadi sekat pekat yang mencegat perjalananmu. Karena keyakinan seperti besi yang tak mudah dipatahkan. Hah! Perbedaan ini seolah menjadi jarak terjauh yang pernah ku tempuh. Perjalanan yang paling melelahkan tanpa ada tempat bersauh. Meskipun aku tetap sanggup berjalan, bahkan berlari. Bersamamu.
Aku ingin tetap beriringan denganmu. Tidak dengan keadaan yang seperti ini. Keadaan yang mengisyaratkan bahwa Tuhan belum mengizinkan. Bukan aku yang menyuruhmu untuk berhenti.

Minggu, 29 November 2015

Hanya Hari Ini

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, November 29, 2015 0 Reaksi Pembaca
Ah... aku tidak suka hujan hari ini. Hanya hari ini.
Sebab hujan kali ini membawakan jutaan tetes rindu.
Menjadikan dingin seolah beku.
Membuatku meringkuk pada dekapan sang biru.
Tak ada yang lebih memilukan selain datangnya hujan yang menghujam bersama kerinduan.
Aku hanya tidak suka hujan hari ini.

Aku ingin pulang. Bawa aku pulang.
Menemani Sang Bunda yang sendirian.

Sabtu, 07 November 2015

tentang seorang tamu

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, November 07, 2015 0 Reaksi Pembaca
seorang lelaki datang mengetuk pintu
ah... sebaiknya ku buka sedikit saja dulu
aku hanya mengintip dari baliknya
ku lihat tangan lelaki itu mengepal seolah menggenggam sesuatu
katanya itu adalah sebuah genggaman atas nama cinta
si lelaki menawarkannya padaku walaupun aku masih bersembunyi
aku belum juga membuka pintu
aku hanya tidak ingin orang asing memasukinya begitu saja
aku bukan persinggahan bagi mereka yang lelah mencari
datang dan pergi sesuka hati, bahkan tanpa sadar telah meninggalkan jejak di sini
jangankan jejak, luka pun mereka tancapkan pada tepi halaman

Jumat, 09 Oktober 2015

Panggilan Rindu

Buruh Ketik -ned- tanggal Jumat, Oktober 09, 2015 0 Reaksi Pembaca
Entah sejak kapan bercanda denganmu bisa menjadi semenyenangkan ini.

Seolah tiada jarak yang jauh untuk ditempuh.

Seolah tak ada sekat saat kita bisa saja saling berdebat.

Canda ternyata mampu menggantikan kopi

agar kita tetap terjaga selagi berbincang hingga pukul dua tiga dini hari

Sebab suara di balik ponselmu itu menyiratkan rindu

yang meronta dan tersedu karena tak kuasa menunggu.

"Hey, dengar! Radio sedang memutar lagu syahdu."

Ah, bisa saja panggung semalam ini menjadi milik kita berdua.

Kalau saja kantuk dan lelah tak datang lebih segera.

Tapi tak apa. Begitulah hebatnya sesuatu bernama Rindu.

Terima kasih telah meluangkan waktumu untuk sang Rindu.




-Ribuan kilometer. Nun jauh di sana.-
 

2009 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea