Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri, diadakan acara syawalan, perpisahan dan perkenalan kepala sekolah dan staff tata usaha. Pada acara syawalan murid-murid yang diwakili Novita selaku ketua Osis mengucapkan ikrar syawalan kepada bapak kepala sekolah yang lama, Bapak Kandung, dan kepada bapak-ibu guru yang bertempat di halaman basket, yang kemudian dijawab oleh Bapak Kandung sekaligus berpamitan dengan siswa-siswa. Setelah ikrar disampaikan pula kenang-kenangan dari siswa kepada bapak kepala sekolah, tak mau kalah bapak kepala sekolah juga menyampaikan kenang-kenangan kepada siswa. Setelah itu semua siswa berjabat tangan secara bergiliran dengan kepala sekolah, bapak-ibu guru serta dengan siswa-siswa yang lain. Angkatan kita woy hahaa
Jumat, 12 Februari 2016
ANGKATAN KITA WOY
Jumat, 29 Januari 2016
Kesepian Kita
Entah apalah apapun itu, saat ini gue kangen yang beginian. Gue kangen temen-temen gue yang pernah berjuang bareng-bareng sama gue. Temen-temen dengan segala mimpi dan cita yang sama. Temen-temen gue yang cupu.
Ingatkah kawan kita pernah saling memimpikan?
Berlari-lari ‘tuk wujudkan kenyataan
Lewati segala keterasingan
Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan
Ingatkah kawan kita pernah berpeluh cacian
Digerayangi dan digeliati kesepian
Walaupun, sejenak nafas dari beban
‘Tuk lewati ruang gelap yang teramat dalam
Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
Memaksa kita, memendam kepedihan
Tapi kita juga pernah duduk bermahkota
Pucuk-pucuk mimpi yang berubah jadi nyata
Dicumbui, harumnya putik-putik bunga
Putik Impian yang membawa kita lupa
Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
Memaksa kita, merubah jadi tawa
Kamis, 03 Desember 2015
Tentang Beda
He said "You're free on your own!". I got it. Artinya kamu telah melepaskan. Aku.
Kali ini aku benci dengan perbedaan. Perbedaan yang benar-benar menjauhkan. Kita sama-sama punya Tuhan. Kita sama-sama berdoa kepada-Nya. Hanya saja, jurang pembeda itu adalah keyakinan. Bicara tentang ini seperti berbicara tentang kisah yang tak memiliki kata tamat.
Aku tak berniat mencegah. Aku tak ingin waktuku dan waktumu terbuang sia-sia dengan kisah abu-abu. Bukan siapa yang memulai perkara, tetapi tak perlu banyak kata untuk menyadari. Kalau saja kamu bisa ku tunggu, aku pasti menunggu. Aku tidak berusaha mengusirmu. Aku hanya tak ingin menjadi sekat pekat yang mencegat perjalananmu. Karena keyakinan seperti besi yang tak mudah dipatahkan. Hah! Perbedaan ini seolah menjadi jarak terjauh yang pernah ku tempuh. Perjalanan yang paling melelahkan tanpa ada tempat bersauh. Meskipun aku tetap sanggup berjalan, bahkan berlari. Bersamamu.
Aku ingin tetap beriringan denganmu. Tidak dengan keadaan yang seperti ini. Keadaan yang mengisyaratkan bahwa Tuhan belum mengizinkan. Bukan aku yang menyuruhmu untuk berhenti.
Minggu, 29 November 2015
Hanya Hari Ini
Ah... aku tidak suka hujan hari ini. Hanya hari ini.
Sebab hujan kali ini membawakan jutaan tetes rindu.
Menjadikan dingin seolah beku.
Membuatku meringkuk pada dekapan sang biru.
Tak ada yang lebih memilukan selain datangnya hujan yang menghujam bersama kerinduan.
Aku hanya tidak suka hujan hari ini.
Aku ingin pulang. Bawa aku pulang.
Menemani Sang Bunda yang sendirian.
Sebab hujan kali ini membawakan jutaan tetes rindu.
Menjadikan dingin seolah beku.
Membuatku meringkuk pada dekapan sang biru.
Tak ada yang lebih memilukan selain datangnya hujan yang menghujam bersama kerinduan.
Aku hanya tidak suka hujan hari ini.
Aku ingin pulang. Bawa aku pulang.
Menemani Sang Bunda yang sendirian.
Sabtu, 07 November 2015
tentang seorang tamu
seorang lelaki datang mengetuk pintu
ah... sebaiknya ku buka sedikit saja dulu
aku hanya mengintip dari baliknya
ku lihat tangan lelaki itu mengepal seolah menggenggam sesuatu
katanya itu adalah sebuah genggaman atas nama cinta
si lelaki menawarkannya padaku walaupun aku masih bersembunyi
aku belum juga membuka pintu
aku hanya tidak ingin orang asing memasukinya begitu saja
aku bukan persinggahan bagi mereka yang lelah mencari
datang dan pergi sesuka hati, bahkan tanpa sadar telah meninggalkan jejak di sini
jangankan jejak, luka pun mereka tancapkan pada tepi halaman
ah... sebaiknya ku buka sedikit saja dulu
aku hanya mengintip dari baliknya
ku lihat tangan lelaki itu mengepal seolah menggenggam sesuatu
katanya itu adalah sebuah genggaman atas nama cinta
si lelaki menawarkannya padaku walaupun aku masih bersembunyi
aku belum juga membuka pintu
aku hanya tidak ingin orang asing memasukinya begitu saja
aku bukan persinggahan bagi mereka yang lelah mencari
datang dan pergi sesuka hati, bahkan tanpa sadar telah meninggalkan jejak di sini
jangankan jejak, luka pun mereka tancapkan pada tepi halaman
Langganan:
Postingan (Atom)