Minggu, 28 April 2013
Gerhana Senyum
Cahaya merah itu membakar bulan
Selama sekian waktu
Sisa-sisanya
Gerhana itu kulihat di wajahmu
Mimik kesedihan itu tampak lagi!
Aku hilang!
Aku lemah. Aku diam. Tak ada kata.
Seperti gumpalan kecil bergerumul di dada
Jauh sekali di dalam sangat terasa
Menghangatkan pelupuk mata
Menghasilkan buliran-buliran air duka
Aku menemani kesedihan
Entah kesedihan apa
Seperti ingin berteriak menggoncangkan dunia
Yakin ada euforia setelahnya
Bersinarlah!
Bersinarlah saat esok hari
Bersinar bak sang surya yang bangun dari ufuk timur
Mengusir kabut-kabut pekat berhambur
Menyublimkan buih-buih embun bertabur
Aku akan menjadi obat
Pada setiap luka yang kau temui
Dan setiap sedih itu
Ah... Lupakan saja!
Terlalu banyak aku untuk menyembunyikannya
Terlalu sering aku jadi topeng kesakitanmu
Tunjukkan aku lagi di mimik wajahmu
Sofa merah, 28 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Reaksi Pembaca:
Posting Komentar