Rabu, 17 Juli 2013

Membebaskan Perasaan

Buruh Ketik -ned- tanggal Rabu, Juli 17, 2013

Kepada kamu, imaji dalam anganku...
Selamat pagi, selamat siang, selamat malam, atau entah kapanpun kamu mulai membaca surat ini (atau tidak sama sekali). Anggap saja aku sedang menyapamu ketika kamu sedang membaca surat ini.
Aku bingung mau mulai dari mana menjelaskan tujuan surat ini. Tapi aku akan mencobanya. Aku harus menjelaskan semua yang selama ini aku pendam.
Aku nggak ngerti bagaimana cinta, sebuah kata benda, bekerja pada otakku, melampaui akal sehat. Perasaan yang tidak dapat di ungkapkan secara logis, karena perasaan adalah perasaan. Memendam perasaan tuh sama sekali nggak enak. Makanya aku coba mengungkapkan perasaanku dengan cara yang menurutku kamu bisa mengerti.

Yah... Lucu ya kalo inget paras tololmu yang terkadang bisa terlihat imut. Melihatmu tersenyum tulus adalah spirit buat aku. Aku juga selalu menikmati kebersamaan kita, aku nggak mau sedetikpun saat kita bersama, hanya habis oleh perasaanku yang egois ingin memilikimu yang mungkin bisa menghancurkan persahabatan kita.  Bodoh emang. Aku bodoh bisa berani ngomong kaya gitu. Maaf.. Maaf, mungkin bagimu aku lancang udah berani-beraninya ngomong seperti itu tentang kamu.
I try to be realistic, try to make you realize, and I try to get closer with you. Don't you know that I want to be more than just your friend?
Hey, kamu nggak usah penasaran, tentunya kamu tau aku siapa. Aku adalah orang yang berjanji dalam hati akan membuatmu selalu tersenyum dan bahagia. Jangan anggap aku cewek gila dan kamu jangan takut kalo aku akan meneror kamu dengan nulis surat kayak gini. I’m normal. Waras. Aku cuma pengen ngasih tau tentang perasaanku aja. Ada orang yang selalu memperhatikanmu dan menyukaimu tapi nggak punya cukup keberanian untuk menyentuh hatimu. Aku terlalu pengecut ya? Emang cinta nggak bisa dinalar, bagaimana ia membuatku menjadi sepengecut ini.
Aku berharap surat ini adalah pembebasan atas perasaanku yang selalu ku sembunyikan dari semua orang. Aku nggak butuh pengakuan dari orang-orang tentang perasaanku ini. Kamu peka dan paham pun aku udah seneng kok.
Terima kasih ya udah menyempatkan waktu untuk membaca surat ini, yang menurutku ini adalah surat terkonyol yang pernah aku buat. Tapi aku nggak ngerti bagaimana lagi aku menjelaskan padamu. Berbicara langsung tentang perasaan ini kepadamu sepertinya membuatku merasa kehilangan seluruh keberanian pada diriku. Sekali lagi terima kasih. Just keep your smile, karena senyummu adalah semangatku J
Dengan senyum semangat,
Si Mie Goreng

0 Reaksi Pembaca:

Posting Komentar

 

2009 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea