"Aku emang nggak terkenal, kerjaannya dirumah terus nggak pernah keluar. Aku cuma mau kenal sama orang mau kenal sama aku."
Terserah mau dibilang nggak sosial atau gimana, aku nggak peduli. Aku juga nggak ngerti sosial yang dimaksud itu sosial yg seperti apa! INGET kata-kataku: Aku cuma mau kenal sama orang mau kenal sama aku.
Aku nggak bermaksud merasa paling benar, apalagi merasa paling tersakiti. Menurutku, nggak ada yang perlu dipersalahkan atas kondisi kita yang sekarang ini. Tapi kalo mau nyalahin aku, aku terima. Aku cuma nggak akan memaksakan sesuatu sama orang lain kalo emang mereka nggak sepemahaman dan nggak mau menerima apa yang aku ungkapkan. Aku gitu karena aku juga nggak suka dipaksa! Hai Ego, kalau kamu merasa paling utama, kamu benar, tapi lihatlah temanmu yang lain, perasaan.
Aku cuma nggak pengin terlalu lemah, berfikir cuma pake hati tanpa logika, dalam suatu hubungan yang... you know that lah. Aku nggak pengin seperti itu... Sesuatu yang seolah-olah nggak nampak, yang selali ku abaikan, mulai terlihat jelas dalam 'kacamata'ku. Sekarang, aku nggak bisa membuatnya semua ini seolah-olah nggak keliatan. One by one the problems.... Yaahhh mulai bermunculan. Kadang aku nggak tahu harus bersikap bagaimana, aku nggak tahu harus berbicara gimana, dan aku bingung apa yang harus kulakukan dalam menghadapi kondisi seperti ini. Aku belum pernah berada dalam kondisi yang rumit seperti ini. Kadang aku juga nggak pernah ngerti sama perasaanku sendiri. Tapi yang aku ngerti, aku dituntut dewasa dalam setiap kondisi. Cukup naif dan sedikit kolot. Ya, mungkin aku emang naif dan kolot. Aku perlu berfikir banyak dan sebenernya aku males kalo harus mikir 'bagaimana caranya'. Pikiran-pikiran yang muncul semua seperti SAMPAH yang semakin menumpuk. Aku pengin semua ini cepet selese! SAAAMMMPAAAHHH!!
Senin, 15 Juli 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Reaksi Pembaca:
Posting Komentar