Jatuh cinta. Jatuh, tapi cinta?
Entahlah. Aku tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud dengan jatuh cinta.
Apakah itu kata sifat, kata kerja, atau suatu kata penghubung? Bukan sok
‘kolot’ atau apalah itu. Karena aku memang tidak terlalu mengerti apa itu jatuh
cinta. Ataukah sekedar obsesi?
Aku hanya sedang kalut dengan
perasaanku. Seseorang telah mengacaukan kestabilitasan ‘rasa’ yang sulit ku
jelaskan. Aku pun mulai merasa aneh dengan diriku sendiri. Otakku lebih kritis
dari biasanya, ia selalu memberiku pertanyaan yang aku sendiri tak bisa
menjawabnya. Lucu bukan? Aku memberi pertanyaan pada diriku sendiri tapi aku
tak bisa menjawabnya. Apakah kau harus kumiliki? Ataukah begini saja,
membiarkan perasaan ini mengalir tanpa kita saling tahu perasaan kita
masing-masing? Membiarkan kita tetap berada dalam status ‘teman’ yag lebih
terasa nyaman. Ya, aku tak bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Itu pertanyaan
yang rumit.
Oh, ya, kau tahu kan, aku
hanyalah perempuan biasa seperti pada umumnya. Perempuan yang gemar memendam
isi hati dalam harap dan lebih memilih menunggu sang cinta menjemput
harapannya. Selebihnya, bukan sok percaya diri, aku hanya penasaran dibalik
semua sikap manismu padaku sampai-sampai membuatku begini. Kamu selalu
menunjukkan hal-hal baru padaku, seperti membukakan dunia baru untukku.
Begitulah caraku mengenalmu.
0 Reaksi Pembaca:
Posting Komentar