Minggu, 26 Oktober 2014

Joyeux Anniversaire, La

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, Oktober 26, 2014


Masa putih biru adalah masa transisi kita menjadi remaja. Akan ada banyak rasa asam, manis, bahkan pahit ketika kita berada dalam masa tersebut. Akan ada banyak cerita tentang teman dan persahabatan disana. Tapi, kau tahu kan perbedaan antara sekedar teman dan sahabat?Ya. Di masa itu aku pun merasakan dimana aku memiliki seseorang yang ku sebut sahabat. Aku menganggap ia sebagai sahabatku. Dan setahuku, ia juga menganggapku sebagai seorang sahabat.
Waktu itu aku baru saja menjadi siswa Sekolah Menengah Pertama di sebuah sekolah negeri kecamatan daerah. Sebagai seorang yang baru lulus SD, Sekolah Dasar yang menurutku itu tingkat pendidikan paling bawah, aku senang sekali diterima di SMP Negeri itu. Hari pertama ketika penyambutan siswa baru, kami berkenalan ketika ada seseorang dari kelas sebelah pingsan. Sahabatku itu, menabrakku tanpa sengaja karena dia terdorong anak kelas sebelah yang pingsan. Hahaha lucu sekali kamu waktu itu. Rambutnya panjang dan agak di keriting. Satu yang khas darimu: gigi gingsulmu. Cantik.

Banyak hal yang kita lewatkan bersama. Banyak hal yang sering kamu bagi denganku. Cerita tentang masa cinta-cintaanmu itu, apalagi tentang monyetmu itu (cinta monyet, kan?). Cerita tentang first kissmu. Cerita tentang teman kita yang lain itu (ngrasani?). Cerita tentang kita yang kadang males ikut les privat. Meskipun saat kamu cerita, aku masih belum terlalu mengerti dan aku masih merasa polos (hehe) aku selalu dengerin ceritamu kok. Dari dulu kamu memang lebih dewasa dariku meskipun aku sebenarnya 5 bulan lebih tua darimu. Mungkin itu sebabnya kamu memanggilku ‘nduk’. Terucap begitu saja, kan? Di masa itu pula, aku rasa kamu lebih dewasa dari umurmu yang seharusnya. Itu bukan hal yang aneh. Well, semua hal itu sekarang nggak bisa kan di ceritain satu-satu di sini.
Hingga saatnya kita beranjak menuju masa putih abu-abu. Sahabatku itu harus melanjutkan sekolahnya di kota, sedangkan aku lebih baik di sekolah negeri di kabupaten. Lagi-lagi masa transisi. Jarak. Satu-satunya alasan yang ku mengerti kala itu. Dan aku benar, kan? 3 tahun di masa abu-abu kita sudah tak seperti kala putih biru. Sahabat baru akan datang dan sahabat lama tinggal kenangan. Hingga 2 tahun setelah meninggalkan masa putih abu.
Hingga... Seminggu yang lalu ia berulang tahun yang ke-20. Tapi aku melupakannya dan baru ingat beberapa hari ini. Terlintas rasa menyesal. Aku lebih memilih untuk tidak memberi ucapan ulang tahun padanya. Bodoh memang. Hingga muncul pertanyaan, “masihkah kita menjadi dua sahabat?”. Entah, kita pun sudah tenggelam dengan kesibukan kita masing-masing. Aku memakluminya. Toh, kita sekarang kita sudah memiliki dunia kita masing-masing. Hidup, kan, terus berjalan. Nggak mungkin kita akan stagnan dalam satu kondisi. Try to be realistic.
Terima kasih pernah menjadi sahabatku.
Joyeux Anniversaire, La.

0 Reaksi Pembaca:

Posting Komentar

 

2009 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea