"Nggak ada orang yang bener-bener bisa ngertiin lu. Cuma lu sendiri sama Tuhan yang ngerti. Mungkin mereka emang bilang 'iya gue tau rasanya' tapi mereka nggak 'ngerti rasanya'. Iya mereka cuma tau, tapi nggak ngerti, hanya untuk sekedar rasa simpati."
Itu yang ku katakan kepadanya.
Tidak ada yang salah. Bukankah itu tugas seorang sahabat? kadang seseorang hanya butuh pendengar karena ia ingin di dengardan tak membutuhkan bualan.
Katakanlah semua yang ingin kau katakan, meski bukan itu yang ingin ku dengarkan. Aku adalah pendengar setiamu, dan aku selalu ingin jadi pendengarmu. Ibarat radio, aku akan selalu stay tune di saluran frekuensimu. Iya, aku hanya bisa menjadi pendengarmu. Kedua telingaku dengan izinmu mampu menguping segala keluh kesahmu. Satu mulutku hanya bisa sedikit bertutur untuk menenangkan gundahmu. Karena aku sahabatmu.
Setelah kau puas kau bisa pergi. Kau pun bisa sesuka hati datang kembali. Aku tidak pernah memaksamu untuk tinggal karena aku bukan rumahmu. Jikalau kau pun ingin tinggal, tinggallah selama kau mau. Bukankah aku juga tidak pernah mengusir kehadiranmu?
Salam,
Pendengar Setiamu
Sabtu, 15 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Reaksi Pembaca:
Posting Komentar