Jumat, 01 Mei 2015

Henti Di Sini

Buruh Ketik -ned- tanggal Jumat, Mei 01, 2015 0 Reaksi Pembaca
Mari kita hentikan sampai di sini. Untuk tidak lagi saling menyapa dan menyelipkan cinta di pagi hari.
Mari kita hentikan sampai di sini. Untuk tidak lagi terlalu perhatian sembari mengingatkan makan siang.
Mari kita hentikan sampai di sini. Untuk tidak lagi bercengkrama tentang senja yang sedang menjemput malam, hingga pagi pun tiba.
Hentikan saling kita yang 24 jam.
Lalu,
Mari kita hapus kata saling agar ia tiada lagi
Kita memang tidak pernah berbagi.

Minggu, 26 April 2015

Menantang Rasi Bintang

Buruh Ketik -ned- tanggal Minggu, April 26, 2015 0 Reaksi Pembaca
Menantang rasi bintang 
Membalik garis tangan 
Menarikan cerita 
Menuliskan lagi puisi yang mulai kehilangan rimanya 

Memotong awan pekat gelap 
Melintang tepat di jantungnya 
Terburailah darah cahaya yang lama 
terhalang gelapnya
Silau berkilauan terangnya. Benderang

Tenang sebentar mengendapkan
Uraikan simpul kacaunya
Diam sebentar membedakan
Yang teringinkan yang dibutuhkan.

Hidup itu sekali dan mati itu pasti
Bisa jadi nanti atau setelah ini.
Coba tulis ulang lagi, yang sejatinya kau cari
Maka sudahilah sedihmu yang belum sudah
Segera mulailah syukurmu yang pasti indah
Dan berbahagialah. Bahagialah.
Sudahilah sedihmu yang selalu saja, menantangmu.


=FSTVLST=

Rabu, 08 April 2015

Ibu, Rindu Ini Sungguh Biadab.

Buruh Ketik -ned- tanggal Rabu, April 08, 2015 0 Reaksi Pembaca
Ya. Beginilah akhir dari malamku kali ini.
Aku harus merelakan rindu yang dengan biadab merenggut waktu tidurku.
Tak tahu aturan!
Brengsek! Aku benci ketika rindu mulai menghampiri.
Sungguh aku tak ingin mengumpat, tapi rindu ini sungguh biadab.

Jika hanya dengan menyebut namanya rindu ini akan sirna, takkan sampai seperti ini sesaknya.
Jika aku berteriak "Ibuuu!" lalu aku bisa di sampingnya, mengusap wajahnya, memeluk ringkuh tubuhnya, takkan sampai buliran ini jatuh dari mata.

Rindu itu biadab bukan?
Aku tak bisa berpura-pura seolah ia udara yang bisa ku hirup sedalam-dalamnya.
Aku tak bisa menyentuhnya.
Aku tak bisa mendengar suaranya.
Aku tak pandai berimajinasi sehebat itu.

Aku rindu, Ibu.
Aku ingin bertemu.

Selasa, 17 Maret 2015

Mencintaimu

Buruh Ketik -ned- tanggal Selasa, Maret 17, 2015 0 Reaksi Pembaca
Aku tidak pernah tahu, mencintaimu bisa senaif ini.   Menolak mentah-mentah kata hati yang tak pernah salah.  Tak pernah terakui malah terpungkiri. Rupanya aku telah terbodohi.

Aku tidak pernah tahu, mencintaimu bisa semudah mengerjapkan mata. Kehadiranmu seolah hal yang luar biasa. Seperti mengenggam bintang yang paling bersinar di seantero jagad raya.

Tapi... aku tidak pernah tahu, mencintaimu juga bisa sesulit ini. Sebab aku harus memendam gejolak yang selalu meminta untuk dikuak. Sekaligus menjaga dua hati yang tak boleh tersakiti. Satu hati yang ku peluk erat dan hati lain yang kau telah kau semat.

Aku tidak pernah tahu, ternyata mencintaimu membutuhkan satu alasan. Bahwa  tidak ada pengorbanan yang sia-sia tanpa pura-pura. Pasti ada suatu masa dimana aku bisa tahu jawabnya agar bisa percaya.

Aku tidak pernah tahu... Aku telah mencintaimu.
Sebab, atas dasar persahabatan aku bertahan.
Sebab, atas dasar persahabatan aku tahu cara mencintaimu dengan benar.

Sabtu, 14 Maret 2015

Ngegombalin Emak

Buruh Ketik -ned- tanggal Sabtu, Maret 14, 2015 0 Reaksi Pembaca
Gombal #1
*di dapur lagi bikin teh*
Me: Mak kok tehnya Babe manis?! *nyobain teh*
(FYI: Babeh minumnya teh pahit tanpa gula)
Emak: Lah?! Masa sih?
Me: Iyah..
Emak: *langsung cobain tehnya* ah enggak tuh. Ga bener nih anak boong sama Maknya
Me: oh iya Mak. Tadi pas aku minum sambil liatin wajah Emak. Pantes aja manis.
Emak: ....
 

2009 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea