Kesabaran adalah kunci
Yang menjaga kita terus bertahan
Penat yang datang sesekali
Pasti slalu ada di sepanjang jalan
Aku masih mampu untuk menemanimu
Belum ada rasa ingin menyerah
Dan aku masih mampu untuk melindungimu
Belum ada terkikis oleh lelah
Kau meragukanku saat ini
Seperti kau meragukan perasaanmu padaku
Percaya padaku sekali ini
Aku masih pantas untuk kau tunggu
Aku masih mampu untuk mencintaimu
Dengan semua ketulusan hatiku
Rabu, 04 Februari 2015
Kamis, 01 Januari 2015
Hanya Tahun Baru
Hanya tahun yang berganti. Aku tidak.
Hanya bulan yang berganti. Aku tidak.
Hanya hari yang berganti. Aku tidak
Hanya memulai tanggal satu lagi.
Aku belum memulai apapun.
Dan... waktu yang terus berganti.
Itu pasti.
Hanya bulan yang berganti. Aku tidak.
Hanya hari yang berganti. Aku tidak
Hanya memulai tanggal satu lagi.
Aku belum memulai apapun.
Dan... waktu yang terus berganti.
Itu pasti.
Senin, 29 Desember 2014
Masihkah Menyayangiku?
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada mengecewakan orang yang kita cintai. Tidak ada.
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada menghancurkan harapan orang yang kita cintai. Tidak ada.
Untuk Papa. Untuk Mama. Aku minta maaf atas hal-hal itu. Aku memang bodoh. Dan kebodohan itu membuatku terlihat seperti anak yang tak berguna. Dan di sini, aku hanya bisa terduduk lesu di hadapmu. Merasakan kekecewaanmu yang mendalam terhadapku. Ma, apa kamu tahu yang ku rasakan? Aku merasa hancur atas murkamu yang menghakimiku. Aku bersalah. Aku pantas di hukum. Aku menyesal, tapi aku tak ingin terlarut di dalamnya. Aku ingin belajar dari itu!
Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf.
Cukupkah? Lalu apa yang bisa ku lakukan Ma, Pa? Aku mencoba merajut kembali semua yang telah hancur. Aku takut, Ma, Pa. Aku takut. Bisa kah kau redakan amarahmu sebentar saja? Izinkan aku mengeringkan air mataku sejenak. Berikan aku pelukan itu, Ma. Dan bisakah tak kau hiraukan orang-orang yang mulai mencemoohku? Izinkan aku mencari kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Izinkan aku mencari celah itu. Aku akan berteman dengan waktu dan memperbaiki kesalahanku. Aku akan membayar kesalahanku, Ma, Pa. Aku janji tak akan mengulangi itu, aku berjanji pada diriku sendiri. Agar saat kecewa datang, biar aku yang merasakannya sendiri, bukan Mama Papa.
Mama Papa masih menyayangiku kan? Aku... tak pernah berhenti mencintai dan menyayangi Mama Papa.
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada menghancurkan harapan orang yang kita cintai. Tidak ada.
Untuk Papa. Untuk Mama. Aku minta maaf atas hal-hal itu. Aku memang bodoh. Dan kebodohan itu membuatku terlihat seperti anak yang tak berguna. Dan di sini, aku hanya bisa terduduk lesu di hadapmu. Merasakan kekecewaanmu yang mendalam terhadapku. Ma, apa kamu tahu yang ku rasakan? Aku merasa hancur atas murkamu yang menghakimiku. Aku bersalah. Aku pantas di hukum. Aku menyesal, tapi aku tak ingin terlarut di dalamnya. Aku ingin belajar dari itu!
Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf.
Cukupkah? Lalu apa yang bisa ku lakukan Ma, Pa? Aku mencoba merajut kembali semua yang telah hancur. Aku takut, Ma, Pa. Aku takut. Bisa kah kau redakan amarahmu sebentar saja? Izinkan aku mengeringkan air mataku sejenak. Berikan aku pelukan itu, Ma. Dan bisakah tak kau hiraukan orang-orang yang mulai mencemoohku? Izinkan aku mencari kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Izinkan aku mencari celah itu. Aku akan berteman dengan waktu dan memperbaiki kesalahanku. Aku akan membayar kesalahanku, Ma, Pa. Aku janji tak akan mengulangi itu, aku berjanji pada diriku sendiri. Agar saat kecewa datang, biar aku yang merasakannya sendiri, bukan Mama Papa.
Mama Papa masih menyayangiku kan? Aku... tak pernah berhenti mencintai dan menyayangi Mama Papa.
Sabtu, 15 November 2014
Pendengar Setiamu
"Nggak ada orang yang bener-bener bisa ngertiin lu. Cuma lu sendiri sama Tuhan yang ngerti. Mungkin mereka emang bilang 'iya gue tau rasanya' tapi mereka nggak 'ngerti rasanya'. Iya mereka cuma tau, tapi nggak ngerti, hanya untuk sekedar rasa simpati."
Itu yang ku katakan kepadanya.
Itu yang ku katakan kepadanya.
Kamis, 06 November 2014
Si pincang
Kata orang cinta itu buta. Mungkin itu benar, mungkin juga tidak. Ada pula yang berkata bahwa cinta itu hanya memahami. Mungkin salah, mungkin juga tidak. Aku sendiri tak mengerti. Tapi akan terlalu naif bagiku jika aku berkata cinta itu BODOH. Itu hanya membuatku terlihat siapa sesungguhnya si bodoh itu, meskipun ada yang lebih bodoh dari itu. Membuatku terlihat seolah-olah aku tak percaya apa yang mereka sebut CINTA.
Langganan:
Postingan (Atom)