Tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada mengecewakan orang yang kita cintai. Tidak ada.
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada menghancurkan harapan orang yang kita cintai. Tidak ada.
Untuk Papa. Untuk Mama. Aku minta maaf atas hal-hal itu. Aku memang bodoh. Dan kebodohan itu membuatku terlihat seperti anak yang tak berguna. Dan di sini, aku hanya bisa terduduk lesu di hadapmu. Merasakan kekecewaanmu yang mendalam terhadapku. Ma, apa kamu tahu yang ku rasakan? Aku merasa hancur atas murkamu yang menghakimiku. Aku bersalah. Aku pantas di hukum. Aku menyesal, tapi aku tak ingin terlarut di dalamnya. Aku ingin belajar dari itu!
Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf.
Cukupkah? Lalu apa yang bisa ku lakukan Ma, Pa? Aku mencoba merajut kembali semua yang telah hancur. Aku takut, Ma, Pa. Aku takut. Bisa kah kau redakan amarahmu sebentar saja? Izinkan aku mengeringkan air mataku sejenak. Berikan aku pelukan itu, Ma. Dan bisakah tak kau hiraukan orang-orang yang mulai mencemoohku? Izinkan aku mencari kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Izinkan aku mencari celah itu. Aku akan berteman dengan waktu dan memperbaiki kesalahanku. Aku akan membayar kesalahanku, Ma, Pa. Aku janji tak akan mengulangi itu, aku berjanji pada diriku sendiri. Agar saat kecewa datang, biar aku yang merasakannya sendiri, bukan Mama Papa.
Mama Papa masih menyayangiku kan? Aku... tak pernah berhenti mencintai dan menyayangi Mama Papa.
Senin, 29 Desember 2014
Sabtu, 15 November 2014
Pendengar Setiamu
"Nggak ada orang yang bener-bener bisa ngertiin lu. Cuma lu sendiri sama Tuhan yang ngerti. Mungkin mereka emang bilang 'iya gue tau rasanya' tapi mereka nggak 'ngerti rasanya'. Iya mereka cuma tau, tapi nggak ngerti, hanya untuk sekedar rasa simpati."
Itu yang ku katakan kepadanya.
Itu yang ku katakan kepadanya.
Kamis, 06 November 2014
Si pincang
Kata orang cinta itu buta. Mungkin itu benar, mungkin juga tidak. Ada pula yang berkata bahwa cinta itu hanya memahami. Mungkin salah, mungkin juga tidak. Aku sendiri tak mengerti. Tapi akan terlalu naif bagiku jika aku berkata cinta itu BODOH. Itu hanya membuatku terlihat siapa sesungguhnya si bodoh itu, meskipun ada yang lebih bodoh dari itu. Membuatku terlihat seolah-olah aku tak percaya apa yang mereka sebut CINTA.
Minggu, 26 Oktober 2014
Joyeux Anniversaire, La
Masa
putih biru adalah masa transisi kita menjadi remaja. Akan ada banyak rasa asam,
manis, bahkan pahit ketika kita berada dalam masa tersebut. Akan ada banyak
cerita tentang teman dan persahabatan disana. Tapi, kau tahu kan perbedaan
antara sekedar teman dan sahabat?Ya. Di masa itu aku pun merasakan dimana aku
memiliki seseorang yang ku sebut sahabat. Aku menganggap ia sebagai sahabatku.
Dan setahuku, ia juga menganggapku sebagai seorang sahabat.
Waktu
itu aku baru saja menjadi siswa Sekolah Menengah Pertama di sebuah sekolah
negeri kecamatan daerah. Sebagai seorang yang baru lulus SD, Sekolah Dasar yang
menurutku itu tingkat pendidikan paling bawah, aku senang sekali diterima di
SMP Negeri itu. Hari pertama ketika penyambutan siswa baru, kami berkenalan
ketika ada seseorang dari kelas sebelah pingsan. Sahabatku itu, menabrakku
tanpa sengaja karena dia terdorong anak kelas sebelah yang pingsan. Hahaha lucu
sekali kamu waktu itu. Rambutnya panjang dan agak di keriting. Satu yang khas
darimu: gigi gingsulmu. Cantik.
Selasa, 21 Oktober 2014
Jatuh Cinta
Jatuh cinta. Jatuh, tapi cinta?
Entahlah. Aku tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud dengan jatuh cinta.
Apakah itu kata sifat, kata kerja, atau suatu kata penghubung? Bukan sok
‘kolot’ atau apalah itu. Karena aku memang tidak terlalu mengerti apa itu jatuh
cinta. Ataukah sekedar obsesi?
Langganan:
Postingan (Atom)